Beranda / Informasi / Potensi Desa
Jamur Pilihan Usaha Mudah
Sabtu 3 Juni 2017

Ngenden – Potensi dan peluang untuk budidaya jamur seolah tidak pernah terbatas. Keuntungan yang menggiurkan serta masa panen yang cepat  ditambah minimnya modal membuat banyak orang tergiur dengan usaha budidaya jamur tiram. Tingkat permintaan masyarakat terhadap jamur tiram semakin meningkat membuat banyak orang melirik peluang usaha ini.

Pertanian jamur dengan media limbah kayu kini mulai dilirik oleh sebagian warga Desa Ngenden. Dalam sebuah ruang berdinding kayu dan berlantai tanah itulah, Haryanti memanen pundi-pundi rupiah setiap harinya. Media yang digunakan untuk budidaya adalah limbah kayu, tetes tebu, madu, dan serbuk jagung dan bekatul. Media tersebut dicampur menjadi satu dan dan dikemas dalam plastik bening dan tidak lupa pada ujung kemasan dibuat sebuah lubang dengan ditutup kertas koran sebagai sarana tumbuh jamur.

Satu bungkus media tanam jamur mampu bertahan hingga empat bulan. Haryati mendapatkan media tanam dari pengusaha jamur yang jauh lebih besar yang berasal desa Urutsewu. Haryati  menjual media tanam tersebut dengan harga dua ribu rupiah per biji. Haryanti mengganti media tersebut secara berkala setiap seribu tanam apabila media telah tidak produktif. Media yang tidak produktif akan berubah warna yang awalnya putih ke kuningan berubah menjadi coklat tua.

Puncak masa panen jamur berada di musim penghujan antara bulan Oktober hingga April. Saat puncak panen Haryanti mempu menghasilkan 26 hingga 29 kilogram jamur perhari. Saat musim kemarau tiba, hasil panen menurun hingga tidak lebih dua puluh kilogram. “Kalau cuaca tidak bagus begini, dapat dipastikan bahwa penghasilan semua petani jamur akan merosot tajam” Ungkap Haryanti. Haryanti mengaku tidak menggunakan bahan kimia apapun sehingga kesehatan jamur menjadi maksimal.

Idealnya  jamur tiram harus disiram dua kali sehari yakni pagi dan sore, namun Haryanti hanya menyiram jamurnya hanya di pagi hari saja karena jamur yang basah memiliki berat yang lebih banyak dibanding dengan jamur yang kering.

Saat ini musuh petani jamur adalah hama kecoa dan nyamuk ngengat. Hama-hama tersebut dapat dibasmi dengan semprotan pembasmi nyamuk. Haryanti mengungkapkan asal penyemprotannya tidak berlebihan jamur tetap aman untuk dikonsumsi.

Memasarkan tanaman jamur tiram sangat mudah terlebih saat ini telah ada sejenis paguyuban yang mengorganisasi pemasaran para petani jamur. Tanaman berwarna putih tersebut dijual kepada para tengkulak dengan harga sembilan ribu rupiah untuk setiap kilogram. Haryanti hingga kini masih menjadi satu-satunya petani jamur di desa Ngenden. Ibu yang juga berprofesi sebagai perias manten ini berharap agar banyak warga yang menekuni usaha jamur sehingga dapat membuat paguyuban sendiri namun modal sering menjadi alasan mereka untuk tetap diam. Silakan Anda menghubung Haryanti di nomor 0822-2506-6776 jika berminat memesan jamur tiram asli Ngenden ini.

Potensi Desa Lainnya
Bukan Rezeki Paruh Waktu
Sabtu 3 Juni 2017
Jejak Langkah Pendahulu
Sabtu 3 Juni 2017
Bukan Sekadar Makam
Sabtu 3 Juni 2017